Larangan Menjadi Pemimpin yang
Menipu dan Menzalimi Rakyat
Rabu, 25 Desember 2013
Minggu, 22 September 2013
Selasa, 17 September 2013
Jumat, 13 September 2013
Kamis, 25 Juli 2013
Pemimpin Cerdas, Itu Kebutuhan
Sejumlah karyawan kasak-kusuk di belakang membicarakan pemimpin mereka yang mengecewakan. Mereka bingung mengapa pemimpin A bisa jadi seorang pemimpin padahal menurut mereka ia bukan seorang yang pantas dan bukanlah orang yang cerdas. Pemandangan seperti ini sering kita saksikan ataupun kita dengar di tempat kerja kita. Apakah mereka salah membicarakan pemimpin? Hal seperti ini tidaklah bisa dihindari. Seorang pemimpin selalu menjadi bahan pembicaraan karena ialah bintang utama setiap hari. Daripada sakit hati lebih baik instrospeksi diri dan melakukan perubahan yang signifikan.
Seorang pemimpin memang dituntut terlihat cerdas. Sadar atau tidak sadar , kecerdasan dalam memimpin merupakan sesuatu yang dituntut oleh para pengikut. Tidak ada seorangpun yang mau mengikuti orang yang bodoh dan tidak ada seorang pun yang bersedia melakukan perintah seorang yang tidak diyakini dalam hati mereka bahwa inilah sang pemimpin yang handal.
Setiap pengikut pastilah sangat menginginkan pemimpin cerdas dan idealis.
Apakah artinya cerdas? Banyak orang salah kaprah dengan cerdas. Cerdas dalam hal apakah seorang pemimpin terlihat? Cerdas tidak sama dengan pintar. Bagi seorang pemimpin yang paling utama yang menjadi sorotan adalah cerdas dalam pengambilan keputusan, gaya bicara dan dalam mengatur kebijakan strategis.
Cerdas Dalam Pengambilan Keputusan
Dalam hal pengambilan keputusan ada tips yang perlu dilakukan pemimpin agar terlihat cerdas, yaitu :
1. Tidak berlambat-lambat dalam pengambilan keputusan
Cepat atau lambat suatu keputusan tetaplah harus diambil. Jika Anda bisa mengambil keputusan lebih cepat mengapa harus berlambat-lambat? Menggantung sebuah keputusan merupakan hal yang paling tidak disukai oleh bawahan. Semua orang menantikan sang Pemimpin mengambil keputusan. Setiap gerakan pemimpin merupakan sesuatu yang bagaikan ikan di aquarium yang sangat diperhatikan oleh semua orang. Keputusan yang lambat membuat pemimpin terlihat bodoh.
2. Kemampuan menjelaskan alasan pengambilan keputusan yang logis.
Melalui penjelasan yang dapat diterima oleh logika semua orang maka akan dicapai kesepakatan dan persamaan tujuan. Pada saat seorang pemimpin mampu memenangkan pikiran para anggota teamnya sehingga semua menyetujui apa yang diputuskan pemimpin maka semua team Anda akan berpikir Anda mengambil keputusan yang cerdas, keputusan yang tepat. Dalam hal ini maka kemampuan Anda berkomunikasi dengan bawahan sangat menentukan, kemampuan Anda mensosialisasikan kebijakan dan keputusan perlu dikembangkan.
Gaya Bicara Pemimpin
Pemimpin yang berbicara dengan lugas, tegas dan lancar berbicara membuatnya terlihat cerdas. Cobalah Anda bayangkan jika bertemu dengan seorang pemimpin yang berbicara tersendat-sendat, tidak mantap dengan isi pembicaraannya sendiri, tidak lancar membicarakan suatu topik. Anda akan berpikir bahwa pemimpin ini bukan orang yang cerdas. Gaya bicara mau tidak mau akan membantu seseorang terlihat cerdas.
Berbeda dengan orang yang pintar. Orang pintar bisa memiliki image pendiam, berkacamata seperti kutu buku dan tidak banyak bicara. Tapi orang cerdas terlihat cerdas dari setiap perkataan yang keluar dari mulutnya. Perbedaan antara pintar dan cerdas sangat besar. Dalam dunia kepemimpinan, kepintaran tidak menjamin Anda cerdas dalam pengambilan keputusan. Pada masa sekarang ini diperlukan pemimpin yang juga bisa bicara. Kemampuan berkomunikasi dengan baik menjadi salah satu tuntutan ketrampilan pemimpin. Jika Anda memiliki masalah di sini Anda dapat melatih mengembangkan diri Anda. Saat ini cukup banyak lembaga pelatihan yang menyelenggarakan pelatihan “Communication Skill” yang melatih Anda untuk mengembangkan kemampuan berbicara dengan lebih percaya diri.
Mengatur Kebijakan Strategis
Dalam kebijakan-kebijakan pemimpin tersirat kecerdasannya. Dalam penentuan kebijakan yang akan diambil maka pemimpin memerlukan suatu wawasan yang luas dan menyeluruh yang meliputi keseluruhan organisasi. Walaupun tidak secara mendalam, namun pemimpin cerdas haruslah menguasai bidang-bidang terkait dibawahnya. Hal ini diperlukan agar setiap kebijakan yang dibuat tidak memberatkan salah satu bagian melainkan semua bagian merasakan manfaat atas kebijakan yang dibuat. Jika pemimpin mampu menciptakan kebijakan yang adil dan bernanfaat, semua orang akan memuji kecerdasan pemimpin.
Mari menjadi pemimpin cerdas… bukan hanya terlihat cerdas tapi benar-benar cerdas! Dan Anda akan mencuri simpati banyak orang!
Rabu, 05 Juni 2013
Meraih Surga-Nya
Buat rekan-rekan dan sahabat-sahabat sekalian, janganlah dirimu bersedih dan berkeras hati. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah bayang-bayang semu, tiada keindahan dan penghargaan yang sempurna selain kehidupan Surga-Nya. Apalah yang kita cari dalam dunia ini semua tiada arti, namun marilah kita selalu berlomba-lomba berjuang meraih mimpi yakni menggapai surga illahi rabbi. Amanah yang diberikan dan diemban memang telah menyita waktu, tenaga dan pikiran, namun apabila kita dihadapkan dengan suatu permasalahan/persoalan yang bertentangan prinsip diri apakah kita akan mengatakan ini tidak benar atau ini pelanggaran atau ini pelecehan atau dan atau sebagainya. Maka, akan timbul dua pertanyaan besar dalam benak kita melanggar prinsip diri atau mencoba mengkaji prinsip tersebut secara detail dan mendalam dengan penuh rasa kesadaran, yang mana terkadang prinsip itu terbentuk dari sebuah olah pikir disaat jiwa yang sedang tertekan yang mengakibatkan terjadinya sebuah konsep kehidupan yang salah, lagi-lagi ini terkadang, namun apabila prinsip tersebut dirasa tepat iya tinggal ambil keputusan sebelum menyesal.
Kembali kepada judul di atas, itulah kehidupan dunia semua terjadi dan terbentuk tanpa kita sadari walau terprediksi. Dunia hanya mengantarkan kenikmatan dan kemewahan sesaat, namun surga tempat menikmati keistimewaan2 yang abadi. Lapangkanlah dada terima kenyataan dengan terus melakukan perbaikan-perbaikan, bertindaklah seperti 5 nasehat Umar bin Khattab sebagai berikut:
- Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.
- Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
- Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah Allah. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah.
- Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.
- Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan penuh penyesalan.
- Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.
Demikian catatan singkat ini semoga bermanfaat. Lanjutkan perjuangan tanpa kata lelah dan jenuh, hidup adalah pengabdian menuju Surga-Nya. Mohon maaf atas segala kekurangan..
Kamis, 18 Oktober 2012
Prof. Dr. Dawam Rahardjo: “Jangan Sampai PTAI termasuk Pendusta Agama.”
Tanggal : 04/10/2012 20:03:00 Sumber : Kelembagaan Diktis
Kuningan, 23/09/2012. Begitulah kesimpulan Prof. Dawam Rahardjo pada saat meenyampaikan pemikiran tentang Islam Transformatif pada acara “Simposium Nasional Islam Transformatif di PTAI.” Kata-kata “mendustakan agama” mengingatkan kita pada Firman Allah Swt dala QS Al-Maun: 1-3, “Tahukah Kamu orang-orang yang termasuk mendustakan Agama?. Mereka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan bagi orang-orang miskin.“ Kata anak yatim sering didefinisikan dengan anak yang sudah tidak mempunyai orang tua. Jika kemudian makna ini diluaskan, maka masyarakat yang lemah dan juga tidak mendapatkan perlindungan ataupun kondisinya yang (di)lemah(kan) adalah semakna dengan kata “anak yatim”. Maka, jika kemudian PTAI mengabaikan masyarakat yang demikian itu yang berada di sekitarnya, maka bisa saja PTAI dikelompokkan ke dalam pendusta agama. Paradigma sosial kritis yang melatarbelakangi metodeParticipatory Action Research (PAR) adalah paradigm yang lebih mendekatkan penelitian pada PTAI kepada realitas sosial. Hal ini didasarkan pada realitas bahwa penelitian-penelitian yang telah menghabiskan dana cukup besar, namun ia hanya sekedar sebagai dokumen peneliti dan baru dimanfaatkan saat kenaikan pangkat an sich. Padahal penelitian adalah sebuah tindakan untuk menyelesaikan problem sosial. Dengan pendekatan ini, maka masyarakat diharapkan terbangun kesadarannya.
Simposium ini diselenggarakan di sela-sela acara “Workshop Participatory Action Research (PAR)” yang diselenggarakan atas kerjasama ISIF Cirebon dan Kementerian Agama RI, selama tiga bulan yakni Oktober s.d Desember 2012. Simposium ini menghadirkan para praktisi Peneliti PAR di seluruh PTAI yang ditujukan untuk merefleksikan 9 tahun pelaksanaan PAR di PTAI. Keberadaan PAR di PTAI diharapkan bisa makin mendekatkan PTAI kepada masyarakat. Masyarakat juga makin membutuhkan keberadaan PTAI. Sebagai contoh pelaksanaan PAR pada PTAI ini adalah STAIN Pekalongan yang menjalankan peran membangkitkan kesadaran masyarakat dalam memperjuangkan hak untuk mendapatkan air bersih. Program ini telah mampu menciptakan citra positif kelembagaan PTAI di tengah masyarakat.
Dari forum Simposium ini telah terbentuk sebuah konsorsium yang disebut dengan Masyarakat Peneliti Transformatif yang diharapkan akan membawa penelitian pada PTAI makin berkualitas dan berdaya guna bagi masyarakat. Anggota Masyarakat Peneliti Transformatif ini adalah seluruh dosen PTAI yang concern dalam penelitian transformative. Paradigma kritis yang dimulai dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan akan menjangkau aspek institusional/kelembagaan. Dengan demikian, PTAI bisa memaksimalkan perannya.***[Disarikan dari Laporan Monev Anis Masykhur]
Langganan:
Postingan (Atom)